Monday, September 12, 2016

Mengenal Jurusan DKV (Design Komunikasi Visual)

Dalam Artikel: Suka Design dan Multimedia? Jangan Masuk Jurusan Ilmu Komputer / IT. Saya memberikan alternatif untuk memilih jurusan DKV (Design Komunikasi Visual). Apa sebenarnya jurusan DKV ini? Dan apa saja yang akan dipelajari? Mari kita bahas sekilas.

Apa itu Jurusan DKV (Design Komunikasi Visual)?

Jika anda benar-benar suka design dan multimedia, tempat anda adalah jurusan DKV (Design Komunikasi Visual)bukan ke jurusan ilkom/IT. Jurusan ini memang belum sepopuler jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Tapi disinilah sisi kreatif anda akan diasah. Bisa disebut kalau DKV adalah perpaduan seni design tradisional (pakai kertas dan gambar) dengan teknologi digital.
Di dalam jurusan DKV, akan dikupas habis yang namanya designilustrasifotografianimasi,desain webmedia interaktif hingga peyutradaraan film. Yang manarik, dari beberapa rekan2 yang sudah masuk kesini, tidak ada mata kuliah matematikanya.
Salah satu perguruan tinggi yang memiliki jurusan ini adalah ITB. Disini jurusan DKV berada di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain. Berikut kutipan penjelasan dari jurusan DKV yang saya ambil dari situs resmi DKV ITB di www.dkv.fsrd.itb.ac.id/?page_id=28:
“Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Yang menarik dari sini adalah seorang sarjana DKV harus bisa mengolah pesan tersebut secara efektif, informatif dan komunikatif.”“Banyak hal-hal mendasar yang dipelajari di program studi DKV. Mengembangkan bentuk bahasa visual (bermain gambar), mengolah pesan (bermain kata) keduanya untuk tujuan sosial maupun komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada kelompok lainnya. Visual berwujud kreatif dan inovatif, sementara inti pesan harus komunikatif, efisien dan efektif saling mendukung agar tersampaikan dengan baik pada sasaran.”

Apa yang dipelajari di DKV ITB (Mata Kuliah DKV ITB)

Agar lebih lengkap lagi, saya akan menampilkan daftar mata kuliah yang nantinya dipelajari di jurusan DKV ITB. Untuk universitas lain tentu akan ada yang berbeda, namun secara garis besar tetap sama.
Berikut daftar lengkap mata kuliah DKV ITB (sumber: www.dkv.fsrd.itb.ac.id)
Semester 1:
  • Dasar Seni Rupa dan Desain
  • Gambar I
  • Rupa Dasar 2D I
  • Rupa Dasar 3D I
  • Pengantar Rekayasa & Desain I
  • Bahasa Inggris
  • Olah Raga
Semester 2:
  • Kreativita dan Humanita
  • Gambar II
  • Rupa Dasar 2D II
  • Rupa Dasar 3D II
  • Pengantar Rekayasa & Desain II
  • Tata Tulis Karya Ilmiah
  • Pengenalan Teknologi Informasi
Semester 3:
  • DKV Dasar
  • Sejarah Desain
  • Tipografi Dasar
  • Ilustrasi Dasar
  • Fotografi Dasar
  • Proses Komunikasi
Semester 4:
  • DKV Aplikatif
  • Metodologi Desain
  • Tipografi Aplikatif
  • Ilustrasi Aplikatif
  • Fotografi Aplikatif
  • Metode Produksi
  • Komunikasi Visual
  • Psikologi Komunikasi
Semester 5:
  • Komunikasi Visual Multimedia 1
  • Animasi
  • Narasi Visual
  • Motion Graphic
  • Metodologi Penelitian DKV
  • Bahasa Rupa
  • Tinjauan Desain
Semester 6 – 7
Di jurusan DKV ITB, pada semester 6 mahasiswa bisa memilih salah satu dari 3 jalur peminatan, yakni:
  1. Komunikasi Grafis
  2. Visual Periklanan
  3. Komunikasi Multimedia
Peminatan Komunikasi Grafis
Peminatan untuk Komunikasi Grafis lebih fokus kepada mengolah bahasa visual pada media statis / diam. Kemampuan komunikasi, tipografi, ilustrasi, fotografi menjadi faktor yang harus dikuasai. Desainer Grafis akan mampu membuat logo, desain majalah / surat kabar, rambu, desain kemasan produk, paket promosi produk dan lain-lain.
Berikut mata kuliah untuk semester 6-7 peminatan Komunikasi Grafis:
Semester 6:
  • Desain Grafis II
  • Seminar Desain
  • Grafis
  • Grafis Portofolio
Semester 7:
  • Desain Grafis III
  • Perspektif Desain Grafis
  • Kerja Profesi DKV
  • Manajemen DKV
Peminatan Visual Periklanan
Peminatan Visual Periklanan lebih fokus untuk membuat karya visual menarik dan efisien untuk tujuan persuasi. Mengemas citra sebuah produk / program / kampanye dengan bahasa visual yang baik, yang bermuara pada perubahan perilaku sasaran yang dituju.
Berikut mata kuliah untuk semester 6-7 peminatan Visual Periklanan:
Semester 6:
  • Komunikasi Visual Periklanan II
  • Seminar Komunikasi Visual Periklanan
  • Tata Kelola Bisnis Periklanan
Semester 7:
  • Komunikasi Visual Periklanan III
  • Visual Branding
  • Kerja Profesi DKV
  • Manajemen DKV
Peminatan Komunikasi Multimedia
Untuk peminatan Komunikasi Multimedia mengarah pada media dinamis berbasis waktu dan suara (audio), animasi, desain web, media interaktif hingga peyutradaraan film.
Berikut mata kuliah untuk semester 6-7 peminatan Komunikasi Multimedia:
Semester 6:
  • Komunikasi Visual Multimedia II
  • Seminar Komunikasi Visual Multimedia
  • Videografi
Semester 7:
  • Komunikasi Visual Multimedia III
  • Media Interaktif
  • Kerja Profesi DKV
  • Manajemen DKV
Semester 8:
Untuk semester 8, mahasiswa sudah masuk ke pembuatan skripsi. Berikut mata kuliahnya:
  • Agama dan Etika
  • Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Seni, Desain & Lingkungan
  • Tugas Akhir DKV
Selain mata kuliah wajib tersebut, mahasiswa jika bisa memilih mata kuliah pilihan:
  • Psikologi Persepsi
  • Psikologi Sosial
  • Ilustrasi dan Desain Buku Anak
  • Budaya Rupa
  • Infografis
  • Multimedia Eksperimental
  • Grafis Eksperimental
  • Komik
  • Wawasan Periklanan
  • Desain Huruf
  • Sosiologi Komunikasi
  • Game Desain
  • Animasi Eksperimental
  • Marketing Komunikasi
Seperti yang terlihat, hampir semua mata kuliah yang ada di jurusan DKV berkaitan dengan design. Baik itu yang digital maupun konvensional.

Prospek Kerja lulusan DKV

Bagaimana dengan Prospek Kerja untuk lulusan DKV? Pada dasarnya sangat beragam, tergantung pada minat dan keahlian, diantaranya:
  • Wirausaha / freelancer : desainer grafis, ilustrator, fotografer, animator, web designer, dsb.
  • Biro konsultan desain (graphic house).
  • Biro iklan (advertising).
  • Rumah produksi (production house).
  • Stasiun TV.
  • Percetakan dan penerbitan.
  • Hubungan Masyarakat (public relation) lembaga swasta dan pemerintah.

Universitas Yang Memiliki Jurusan DKV

Selain di ITB, beberapa universitas lain yang memiliki jurusan DKV antara lain UGMUnpad,Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI)Institut Seni Indonesia (ISI)Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
Untuk Perguruan Tinggi Swasta bisa ke Telkom UniversityIKJBinusTrisaktiItenasUnikom,UntarUPHInstitut Teknologi Harapan Bangsa Bandung, dan Universitas Esa Unggul.

Pengertian Pra produksi, Produksi, dan Post Produksi
Metodologi yang paling umum dipakai pada proses produksi Multimedia adalah yang biasa disebuat dengan alur produksi 3 tahap. Secara umum, proses produksi multimedia dirancang dengan menjalankan 3 tahap sebagai berikut;
  1. Pra produksi / Pre-Production
  2. Produksi / Production
  3. pasca produksi / Post-Production

 1.    PRA-PRODUKSI

Tahap pra produksi adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan persiapan sebelum melakukan produksi. Tahap ini biasanya berjalan sangat lama bahkan terkadang sampai menyita sumber daya waktu 75 % dari keseluruhan produksi. Tahap pra produksi terdiri dari beberapa langkah, antara lain:
PENDIFINISIAN KONSEP
VISI DAN KONSEP, TUJUAN, TARGET AUDIEN, AUTHORING TOOL, MEDIUM DELIVERY,  PLANNING
PRODUCTION PLAN
STORY BOARD, CONTENT OUTLINE, BUDGETING, SCHEDULING, ASSET MANAGEMENT, TESTINGSATFFING
BUILDING PROTOTYPE
LEGAL ASPECT
COPYRIGHT/HAK CIPTA , LEGALITAS,ROYALTY
CLIENT SIGN OFF AND FUNDING
BRAINSTORMING,  UP DATE TECHNOLOGY
ASSEMBLE TEAM
DESIGNER, STORYBOARDER, DIRECTOR , MUSIC COMPOSER, PRODUCER, ECT
DESAIN
KONTEN, SERVICES, ARSITEKTUR INFORMASI, INTERAKSI, NAVIGASI,THUMBNAIL, MOCK UP
  •  Konseptualisasi atau ide
Proses pembuatan multimedia dimulai dengan sebuah “gagasan” atau “visi” yang merupakan titik awal konseptual. Ide harus bisa menjawab pertanyaan mengapa mengembangkan sebuah proyek multimedia;
–  Apakah multimedia merupakan opsi yang terbaik, atau paling efektif jika dibandingkan dengan bentuk print media ?
–   Apakah konsep atau ide mengandung nilai jual tinggi(profitable)?
–   Siapa yang akan menjadi pengguna akhir dari produk multimedia ini?
–   seperti apa platform pemutar multimedia mereka?
  • Tujuan proyek
Pengembang multimedia  harus menentukan tujuan yang harus dicapai oleh produk akhir multimedia tersebut. Tujuan harus bisa dihitung(measurable) dan ditelaah dari sudut pandang pengguna.
  • Target Audience
Kepada siapa produk multimedia akan ditujukan bisa dilihat berdasarkan demografinya:
–   Umur
–   Gender
–   Latar belakang pendidikan
–   Strata sosio ekonomi
–   Latar belakang etnis
–   Bahasa
–   Profesi
–   Ekspektasi
  • Media
Bagaimana pesan/konten bisa menjangkau pengguna, media apa yang paling sesuai digunakan;
–   CD-ROM
–   Disk
–   web
–   Intranet
–   kiosk
–   Perangkat apa yang dimiliki oleh pengguna
–   Hambatan teknis apa yang harus dilalui
  • Authoring Tools
Pengembang menentukan tool-tool authoring apa yang digunakan. Authoring adalah sarana untuk menggabungkan semua elemen; Text, graphics, animation, Sound, video.
  •  Planning
Dalam tahapan ini perlu adanya perencanaan yang matang pada awal sebelum project dimulai. Perencanaan meliputi:
– Time Planning
membuat timeline project secara detail mulai dari proses konsep, desain, sampai produksi.
– Work Planning
Membuat workflow yang jelas. Tahapan demi tahapan disebutkan secara detail
– Financial Planning/Budgeting
Membuat perhitungan biaya yang jelas dan rasional.
  • Legalitas
Produsen dan pengguna program multimedia harus menyadari dan mematuhi undang-undang hak cipta. Multimedia, menurut definisi, menggabungkan berbagai unsur dari berbagai sumber, maka dari itu adalah penting untuk mengetahui bagaimana penggunaan materi-materi diatur dalam batasan hukum. Juga penting untuk mendapatkan hak cipta untuk produksi sendiri, setelah produksi selesai.
2. PRODUCTION
Tahap produksi merupakan tahap implementasi pra-produksi dimana semua anggota tim pengembang multimedia bekerja. Secara umum tahap produksi multimedia adalah sebagai berikut :
CONTENT CREATION
ELEMEN, SPECIAL EFFECTS, MUSIC,
CONTENT PROCESING
PROOFING, EDITING, ASEMBLY, FORMATING, COMPRESSION
INTEGRATION OF CONTENT AND SOFTWARE
TESTING, REVISE, DOCUMENTATION
REVISE DESIGN
EVALUATION
BUILD BETA VERSION
BUILD ALPHA VERSION
  • Konten
Konten adalah obyek-obyek yang terdapat pada aplikasi yang sedang dikembangkan.
  • Pemrosesan isi
Proofing, editing, assembly, formatting, compression
  • Pengintegrasian isi dan software
Produk harus memudahkan  pengguna untuk mengakses atau menggunakannya, serta software yang digunakan harus up  date
  • Merevisi isi dan software
Menetapkan desain akhir, produk yang terbaik biasanya hasil dari umpan balik (dari tester)yang berkesinambungan dan modifikasi yang diimplemantasikan pada seluruh proses produksi
  • Membangun / membuat versi alfa
Ditetapkannya fungsionalitas, kelengkapan implementasi utama, mengintegrasikan semua modul dalam satu kesatuan.
  • Evaluasi :
Mengevaluasi setiap hambatan yang terjadi, hasil evaluasi harus dibuat catatannya serta catatan antisipasinya ini penting untung pegangan proyek berikutnya yang akan dibahas pada saat memulai proyek selanjutnya, untuk menge-liminir kesalahan serta gangguan
  • Merevisi software dan isi berdasarkan evaluasi
Temuan-temuan dijadikan acuan untuk merevisi kekurangan baik, itu berupa software atau isi.
  • Membangun / membuat versi beta
Versi alfa direvisi dan di launching ulang sebagai versi beta.
3. TAHAP PASCA-PRODUKSI
Adalah tahap penyelesaian produksi mutimedia menjadi hasil akhir. Tahap Pasca produksi/Post Production diterapkan terutama pada bidang multimedia broadcasting; program television, video, audio recording, photography dan animasi.
Setelah aplikasi beta diuji dan direvisi, itu memasuki tahap pengemasan. Produk akhir bisa dibakar ke CD-ROM atau dipublikasikan di internet sebagai sebuah konten web.
BETA TESTING
PROOF CONTENT, PROOF TESTING, CHECK FOR UNEXPECTED ERRORS
EVALUATIONN
ACHIEVE ALL PRODUCTION MATERIAL
DOCUMENTATION, AFTER SALES,SOURCE ASSET, MASTER DIGITAL FILES, FINAL ASSETS,
REVISE
CONTENT AND SOFTWARE
RELEASE GOLDEN MASTER

  • Evaluasi
Evaluasi terakhir dilakukan setelah mendapat umpan balik dari beta testing.
  • Merevisi 
Revisi pada pasca produksi berarti melakukan penyesuaian akhir pada produk berdasarkan hasil evaluasi sebelum produk dilaunching.
  • Meluncurkan produk jadi
Produk disebarkan kepada pengguna atau diserahkan kepada klien.

Total Pageviews

Translate

Popular Posts

Instagram